Revan bergegas menuruni anak tangga sambil memakai jaketnya. Ia berlari kecil dalam rumahnya membuat Jessie yang menyadari itu menoleh ke belakang dan mengabaikan drama-nya. Gadis itu sedikit mengerutkan kening ketika melihat sikap sepupu-nya itu yang kadang tidak bisa ia cerna dengan otak kedokterannya. "Woi, Van. Mau ke mana?" Jessie berteriak dari ruang tamu saat melihat Revan membuka pintu depan. Jessie berdecak saat teriakannya tidak di jawab. Ia kembali menghadap depan dan memakan keripiknya. Namun, ia menjadi kepikiran. Ia lagi-lagi mengabaikan drama romantis-nya dan memilih berdiri untuk menghampiri Revan yang terdengar sedang menghidupkan mesin mobilnya di garasi. "Revan! Mau ke mana?" Jessie bertanya sambil berlari menghampiri sepupu-nya itu. "Kepo. Sana nonton drama," ba

