Cia melangkah masuk ke dalam kelas dengan hentakan kaki yang tidak biasa. Wajah masamnya masih ia tampilkan sedari tadi. Membuat orang yang kenal dengannya dan melihatnya, sedikit heran karena begitu jarang gadis itu menampilkan ekspresi seperti itu. Ia duduk di kursinya dan menghela napas kasar. Tak sengaja, pandangannya tertuju ke arah pintu kelas dan melihat seorang gadis masuk dengan wajah berbinar. Itu dia! Dia yang sudah berani mendekati pacar Cia! "Gimana, sukses?" Cia menggeram. Ia melihat ada tiga gadis bergabung dalam satu meja. Ia menatap sinis ke arah ketiga gadis itu, dan sudah siap memasang telinga untuk mendengarkan percakapan yang sudah pasti menyangkut pacarnya. Terlihat, gadis itu mengangguk menjawab pertanyaan dari temannya barusan. Sangat jelas raut wajahnya y

