17. ARE U OKAY?

1296 Kata

Cia duduk di samping brankar. Matanya tak lepas dari sosok yang terbaring lemah di sana. Ia menggenggam erat tangan itu. Rasanya begitu hangat, nyaman. "Maaf. Semua ini karena Cia," lirihnya. Ia semakin erat menggenggam tangan itu. "Benar kata Kak Amanda, orang yang ada di dekat Cia dan berusaha ngelindungin Cia, pasti akhirnya kayak gini," lanjutnya. Air mata Cia jatuh. Ia tidak bisa menahannya. Melihat pucatnya wajah orang yang ia sayang terbaring lemah di sana. Ditambah, ia tidak bisa merubah keadaan. Cia merasa, dirinya begitu lemah. Hanya mengandalkan seseorang yang lebih kuat untuk melindunginya. Bahkan, orang itu rela terluka hanya untuk dirinya. Cia tidak tau, ini keberuntungan, atau justru Cia jadi beban seseorang? "Apa yang harus Cia lakuin biar Kak Revan baik-baik aj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN