Bukan Alvar yang bergerak lebih dulu tentu saja, melainkan Aroha yang berhambur memeluknya. Pria itu awalnya diam, ingin meringis karena sebenarnya sentuhan Aroha cukup menekan bagian tubuhnya yang terluka, tapi bahkan hal itu saja tidak bisa diekspresikannya. Pria itu mematung—setidaknya beberapa saat sebelum akhirnya berani untuk membalas pelukan Aroha. Tangan Alvar bergerak melingkar di tubuh wanita itu, mendarat di punggungnya dan terdiam di sana. Itu pertama kalinya mereka bersentuhan sebanyak ini. Itu pertama kalinya Alvar bisa merasakan suhu tubuh Aroha sedekat ini, pria itu bahkan bisa mendengar dengan jelas deru napas Aroha di telinganya. “Terima kasih udah kembali. Terima kasih…” Bisik wanita itu jelas di telinga Alvar, membuat sesuatu dalam diri Alvar seperti disiram hal yang

