“Apa maksud Mas dengan status kita apa?” Alvar menatap Aroha, menepuk sisi ranjang yang di tempatinya untuk wanita itu duduki. “Jangan salah paham. Saya cuma mau meluruskan selurus-lurusnya. Kalau apa yang terjadi sekarang bukan cuma rasa kasihan kamu terhadap saya aja—” “Apa maksud Mas dengan rasa kasihan?!” “Ar… duduk dulu. Kita memang harus bicara, kan? Dan saya mau melakukannya dengan baik.” Ucap Alvar lembut, sekali lagi menepuk sisi ranjang di dekatnya. Aroha menarik napasnya mencoba untuk tidak terpancing, menuruti Alvar dan berjalan mendekat lalu duduk di sisi ranjang berhadapan dengan pria itu. Tidak ada yang bicara begitu Aroha duduk, dua-duanya sama-sama diam dan memilih untuk memandangi wajah satu sama lain sampai Alvar mengangkat tangannya yang baik-baik saja meraih waja

