“Ini serius jadinya kamu bakal nikah sama cowok itu, Ar?” “Ck, udah berapa kali sih kamu tanya, Dir? Aku sampai capek jawabnya tahu! Bukannya aku udah jawab dari kemarin-kemarin. Apa aku kelihatan nggak serius?” Aroha membuka pintu ruangan dokter tempat mereka berkumpul kalau memang tidak ada kasus darurat. Katakanlah mereka saat ini sedang senggang—meski kata itu jelas sangat terlarang di rumah sakit. Yang jelas, saat ini keduanya memiliki waktu untuk istirahat meski hanya sejenak. “Bukan begitu, Ar… Aku masih nggak percaya aja. Rasanya baru kemarin pas cowok itu datang ke sini kamu bilang—” “Ya intinya kan sekarang aku udah bilang kalau aku beneran bakal nikah sama Mas Alvar, terus apa lagi masalahnya? Kamu juga udah lihat beritanya di mana-mana, kan? Apa lagi yang perlu ditanya?” D

