“Berita soal kamu dan Mbak Aroha benar-benar udah tersebar ke mana-mana, Al. Istriku bilang bahkan hampir 24 televisi mulai mengabarkan dan berteori soal kisah cinta kalian.” Pundak Alvar ditepuk, membuyarkan lamunan Alvar yang mengingat masa lalunya dengan Aroha yang menurutnya hanya ingatan kecil dibandingkan apa yang dibesar-besarkan media. Dan pelakunya tidak lain adalah Tama—seniornya yang menghampiri Alvar di ruang santai asrama, dengan televisi yang menyala dan menyiarkan mengenai berita Aroha dan Alvar. “Gimana rasanya lihat diri sendiri di televisi?” Tanya Tama kemudian mengambil duduk di dekat Alvar, menatap pria itu yang tetap memasang wajah datarnya. “Saya sendiri nggak tahu, Mas. Perasaan macam apa yang sebenarnya saya rasakan.” “Al…” Tama menatap juniornya, entah harus me

