45. Ayo Pulang

1117 Kata

Aroha menarik napasnya, berusaha menenangkan agar tidak terlalu menggebu meski rasanya semua kekesalannya sudah ada di ujung lidah. Tapi tidak, Aroha tidak ingin mencoreng nama baik Alvar dengan membuat tetangga di kanan-kirinya tahu mengenai apa yang mereka bicarakan. Itu belum terlalu larut, dan meski di luar sepi, belum tentu para tetangganya itu sudah tidur atau pergi, kan? Bisa jadi mereka bisa mendengar suara Aroha jika Aroha menggunakannya terlalu keras. "Aku mohon, kamu bisa kan stop diemin aku kayak gini?" Ulang wanita itu lagi, kali ini setelah berbalik dan menatap Alvar tepat di mata. "Tolong berhenti buat aku harus bicara sendiri kayak ini, Mas. Tolong berhenti buat aku terlihat aneh di mata orang lain dengan bicara satu arah seperti sekarang. Kamu nggak berencana untuk meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN