46. Masa Transisi

1215 Kata

“Dokter, Mas Alvar bicara sama Dokter tuh.” Tegur Gilbert mematahkan diamnya Aroha yang sedang mencuci tangan di wastafel. Aroha menoleh kaku ke arah perawat itu, meringis ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi. Tidak mungkin Aroha berkata sarkas di sana seperti, “Sebaiknya tanyakan siapa yang sebenarnya Mas Alvar ajak pulang.” Kalau itu sampai Aroha katakan, nyatanya dirinya tidak jauh beda dari Alvar yang beberapa hari lalu baru saja Aroha labeli dengan julukan itu, kan? “Sisa di sini biar saya yang bereskan. Dokter pulang aja dengan Mas Alvar.” Gilbert meyakinkan wanita itu dengan anggukan, membuat Aroha justru terlihat semakin gundah. Padahal, bukankah ini yang Aroha inginkan? Bisa berdua dengan Alvar dan mungkin bicara dari hati ke hati bersama pria itu. Tapi setelah apa yang ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN