“Mas pernah tanya apa mimpi buruk yang bikin tidurku nggak nyenyak malam itu, kan? Malam sebelum kamu pergi dengan kalimat perpisahan itu.” “Ar…” Alvar tidak tahu apa niat Aroha mengatakannya seperti itu. Hanya ingin sekadar mengingatkan, menyindir atau entah menggodanya. Wanita itu tersenyum, sadar bahwa dirinya berhasil membuat Alvar tidak merasa nyaman dengan kalimat terakhirnya. “Makanya lain kali jangan kayak gitu lagi ya…” Alvar menarik napasnya panjang, merubah posisi berbaringnya kembali menghadap sang istri. “Kalau kamu nggak pergi dari saya, saya nggak akan pergi dari kamu.” Mendengar kalimat itu Aroha juga merubah posisi, berbaring miring sambil berhadapan satu sama lain. “Jadi, mimpi macam apa yang bikin tidur kamu gelisah kayak gitu malam itu?” Raut wajah Aroha berubah m

