*cerita ini full pov angga* Aku tidak menemukan Kanaya. Emosi dan tenagaku sudah terkuras untuk mencarinya. Aku bahkan meminta bantuan polisi, teman-teman dan karyawan showroom untuk mencari Kanaya. Aku juga meminta bantuan ahli IT untuk membantu melacak posisi Kanaya melalui ponselnya. Sialnya karena ponselnya terkloning dengan ponselku maka lokasipun juga terdeteksi di tempatku. "Pak Angga saya boleh masuk ?" Tanya Anton dari balik pintu ruang kerjaku. "Masuklah!" Perintahku. "Ada polisi di depan mau ketemu sama pak Angga." Mendengar perkataan Anton aku langsung kedepan untuk segera menemui polisi, aku berharap bahwa polisi membawa berita baik padaku soal Kanaya. "Selamat siang pak Angga." Sapa polisi itu padaku. "Siang pak, bagaimana sudah ada kabar mengenai Kanaya ?" "Kami mene

