Selesai berkunjung ke café, rara dan kevin pun pulang, di dalam mobil rara hanya diam mematung, wajahnya tetap cemberut pada kevin, begitu juga dengan kevin, yang tetap tidak bicara padanya “rara, pasti marah banget sama aku, udah buat dia hilang muka di depan orangtuanya, tapi kenyataannya emank dia mengigo,… apa aku salah bicara jujur (gumam kevin dalam hatinya) Kevin tetap dengan pendiriannya,ea tetap menganggap rara sudah membanding-bandingkannya “dia kenapa sih, tadi sudah membuat aku malu di depan orangtua ku, ini dia kembali cuek lagi, ih…, benci deh, ingin rasanya aku jambak-jambak rambutnya, ya Tuhan, aku gk bisa jadi istri sesabar mama, dan yang pastinya papa gak senyebelin dia, aku gak bisa minta maaf begini, soalnya hatiku ini sangat kesal banget liat ulah dan sikapnya” (ter

