PAGI ITU, RARA PUN INGIN BERANGKAT KEKANTOR,…KARENA KINI KEVIN SUDAH MENJADI TUNANGANNYA,.. PAPA NYA MEMBERIKAN PERINTAH PADA KEVIN, BAHWA DIA HARUS MENGANTAR DAN MENJEMPUT RARA KE KANTOR, KARENA DIA TIDAK MAU TERJADI APA-APA LAGI KEPADA RARA, DIA TAKUT PRISTIWA BEBERAPA HARI LALU, TERJADI LAGI PADA ANAKNYA. SESAMPAINYA DI DEPAN KANTOR .
“makasi ya mas,…seharusnya mas tak perlu menuruti perintah PAPA sampai seperti ini”
“rara,… PAPA benar, sekarang kamu itu tunangan ku,..jadi tanggung jawabku semakin besar padamu”
“tapi kan mas…”(rara mengeles)
“ya udah, kamu hati, hati y,..nanti siang aku jemput, Setelah kita makan siang , MAMA mengajak kita berdua viting baju pengantin”
“ia….baik, lah mas,..kamu juga hati-hati”
RARA TURUN, DARI MOBIL DAN LANGSUNG MASUK KE KANTOR.
DI DALAM KANTOR, SAAT SEDANG SIBUK BEKERJA, TIBA-TIBA SALAH SEORANG KARYAWAN SEDANG BERGOSIP DENGAN KARYAWAN LAINNYA
“HAI,…kamu tau gak karyawan baru yang Namanya DITA”
“IA , saya tahu,..kenapa, bukannya dia sudah resend, y dari kantor ini?”
“nah kamu gk tw kan alasan dia kenapa resend”
“ia kenapa?”
RARA YANG TIDAK SENGAJA MENDENGAR PEMBICARAAN 2 KARYAWAN ITU LANGSUNG TERKEJUT
“APA DITA RESEND, KENAPA?” (IA TERUS MENGUPING PEMBICARAAN 2 KARYAWAN TERSEBUT)
“katanya sih, dia lagi HAMIL…”
“APA?”….
“IA,….benar”
“kamu dari mana tahu?”
“waktu itu, aku tidak sengaja menabrak dia, di dalam toilet, isi tas nya berserakan, aku berusaha membantunya membereskan isi tas nya itu tanpa sengaja aku melihat, tespec, ada di sana, dan itu hasilnya ada garis dua, dia dengan cepat mengambil tespec itu dari tangan aku,..terus dia pergi begitu saja,…dan semalam, aku dengar dia resend, dari kantor ini mungkin saja karena itu, dia malu kali…..”
RARA YANG MENDENGAR HAL ITU LANGSUNG KAGET BUKAN KEPALANG, BERKAS YANG TADI EA BAWA TERJATUH BEGITU SAJA, TIBA-TIBA BOS RARA DATANG
“RARA,….”
“MAAF PAK,…”
“kamu sudah sembuh?”
“”ia pak, sudah”
“maaf y saya tidak bisa jenguk kamu waktu kamu d rumah sakit, soalnya waktu itu saya lagi di luar kota”
“y gak, papa kok pak,..”
“ya udah,..cepat beresin berkas ini ya”
“ooh,..ia pak”
BOS RARA PUN PERGI MENINGGALKANNYA,…DIA INGIN MELIHAT KEMBALI 2 KARYAWAN TADI, TAPI MEREKA SUDAH TIDAK ADA DI MEJA MEREKA BERGOSIP TADI,…MUNGKIN MEREKA MELIHAT PAK BOS DATANG, MAKANYA MEREKA MENGHENTIKAN GOSIPAN MEREKA PAGI ITU.
“YA TUHAN, apa benar DITA hamil?, kalu benar berarti itu anaknya DEVIN, apa DEVIN mengetahui hal ini, apa dia akan menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab,…kenapa cerita ini sungguh menyakitkan buatku,..ya tuhan, bantu aku …, ini seperti mimpi buruk buat ku” (gumam rara dalam hati)
SIANG ITU,…RARA PUN DI JEMPUT OLEH KEVIN, MEREKA PUN MENUJU SEBUAH RESTORAN….
“Kamu makan apa ?”
“terserah” (jawab rara dingin)
KEVIN HERAN MELIHAT TINGKAH RARA,” KENAPA ANEH, ADA APA DENGAN RARA” (GUMAM KEVIN)
“OK, mbak, kita pesan ini dua y”(sambil menunjukkan menu kepada pelayan)
DARI SEMENJAK SAMPAI, HINGGA MAKANAN DATANG, RARA TIDAK BICARA SEPATAH KATAPUN, PANDANGANNYA KOSONG, DAN SELALU MELAMUN”
KEVIN, PUN MERASA KWATIR
“RARA,..RARA….”
“EH,..IA MAS, ADA APA “(RARA TERSENTAK DARI LAMUNANNYA)
“kamu kenapa?, kok saya perhatikan selalu melamun gitu”
“maaf mas,…sebenarnya,..aku lagi memikirkan sesuatu”
“masalah apa?”
“masalah DITA MAS,….”
“DITA?, kenapa dengan dia?
“aku gak sengaja dengar dari teman-teman di kantor, bahwa dita risend dari kantor, karena alasan lagi HAMIL mas”
“HAMIL?”(SAHUT KEVIN PURA-PURA TIDAK TAHU)
“apa DITA HAMIL anaknya DEVIN mas?”
KEVIN MENGHENTIKAN MAKANNYA,…..
“APA DEVIN, tau bahwa DITA HAMIL mas?”
“maaf RARA, aku tidak tahu masalah DEVIN,…sebelum pertunangan kita, dia memutuskan untuk pindah kerja ke perusahaan kita yang ada di BALI, Jadi aku
tidak tahu, lagi masalah dia saat ini”
“tapi mas kamu kana bang nya, masa’ kamu tidak peduli dengan dia, kalau benar itu anaknya DEVIN, betapa berdosanya kalian, menelantarkan seorang anak yang tidak berdosa nantinya, begitu juga dengan perasaan DITA yang sedang HAMIL”
KEVIN HANYA TERDIAM, DALAM HATINYA EA BERKATA
“RARA sungguh mulia sekali hatimu, bahkan di saat DEVIN sudah menyakiti hatimu , kamu masih tetap memikirkan perasaan orang lain, sebenarnya,…apakah masih ada cinta di hatimu untuk devin, sehingga kamu sebegitu mengkwatirkan nya?”
“mas,…?”
“ya,..kamu gak dengar aq ngomong?”
“dengar,…rara…!!., kamu kok begitu perhatian sekali dengan devin,…apa kamu masih mencintainya, walaupun dia sudah menyakiti dan menghiyanatimu?”
“haaa….gk kok mas,…aku Cuma kasian dita aja”
“bener?”
“bener”
“ok “(jawab kevin dingin)
Hati rara bergumam “ya tuhan, apa benar aku masih mencintainya,…kenapa begitu perhatiannya aku padanya,…perasaan apa ini,?, tuhan tolong lah aku….bantu aku melupakannya,…tapi bagaimana aku bisa melupakannya, soalnya wajahnya selalu mengikuti aku,…oh tuhan, apakah aq bisa???”(jerit batin rara)
SELESAI MAKAN SIANG,….RARA DAN KEVIN, PUN MELAKUKAN VITING BAJU PENGANTIN, DI SALAH SATU BUTIK PENGANTIN MILIK TEMAN MAMA RARA,…DAN MAMA RARA SUDAH MENUNGGU MEREKA DI BUTIK ITU.
“Sayang,…kamu pilih donk,..mana yang kamu suka,…”
“MAMA aja deh yang pilih”
“loh,..yang mau nikah kan kamu sayang,..jadi harus kamu donk yang milih,…”
“rara bingung MA, soalnya sebuah bagus-bagus,…”
“ya udah kamu coba aja dulu,..nanti MAMA dan kevin yang nilai”
“hmmm…. Ribet banget sih MA”
“ya kalau mau nikah ya gitu”
“ya udah deh, sini GAUN nya”
RARA PUN MEMAKAI, SATU PERSATU GAUN PENGANTIN ITU,…
SEMUA TIDAK COCOK DIMATA MAMA YURA,..KEVIN HANYA SENYUM-SENYUM SAJA,…LALU, PADA GAUN KE 4 YANG RARA GUNAKAN,..TIBA-TIBA, KEVIN SANGAT TERPESONA,….GAUN ITU SANGAT CANTIK, BAGUS, DAN COCOK SEKALI RARA KENAKAN,…KEVIN TIDAK BISA BERKEDIP,..MAMA YURA DAPAT MELIHAT BAHWA KEVIN SANGAT TERPESONA DENGAN RARA.
“NAH,…gaun yang ini aja nak,..kamu sangat cantik” (buk yura seakan membantu kevin untuk menyuruh rara untuk memakai gaun yang itu saja)
“gimana mas?”
“baa..baaa..gus”(jawab kevin kaku)
“Cuma bagus saja?”(tanya rara lagi)
“ia,..bagus,…kamu..uu..uu cantik , pakai gaun itu”
“ok,.yang ini aja ya mbak..”
“baik non….”
SELESAI VITING GAUN PENGANTIN,…RARA PUN DI ANTAR KEVIN KEMBALI KE KANTOR TEMPAT EA BEKERJA,… SEDANGKAN IBU YURA DI ANTAR KEVIN PULANG KE RUMAH,…SEMUA PERSIAPAN PERNIKAHAN RARA DAN KEVIN, SUDAH HAMPIR 90 % DI PERSIAPKAN OLEH KELURGA RARA, DARI TEMPAT AKAD, TEMPAT RESEPSI, DEKOR, MAKANAN, KARTU UNDANGAN, DAN LAIN-LAIN, SUDAH MEREKA PERSIAPKAN. MEREKA BAHKAN SUDAH 80 % ,MENGUNDANG KELURGA, SAHABAT DAN TETANGGA. BEGITU PULA RARA DAN KEVIN, MEREKA JUGA SUDAH MENYEBAR UNDANGAN PERNIKAHAN MEREKA UNTUK SAHABAT DAN TEMAN KERJA MEREKA DI KANTOR, SEMUA MERASA TERKEJUT DENGAN PERNIKAHAN MEREKA YANG TERKESAN DADAKAN.
*KEVIN
KETIKA DI RUMAH KEVIN PUN MENELPON DEVIN
“hallo devin”
“ia bang,…ada apa?”
“apa kamu sudah melamar DITA?”
“SUDAH bang,..rencana minggu depan kami akan menikah”
“selamat ya devin,”
“ia bg,..jadi pernikahanmu bagaimana?”
“ia,..lusa aku dan rara akan melangsungkan pernikahan ,..aku harap kamu dan DITA bisa datang ya,..aku mohon,….aku ingin kalian datang sebagai pengiring ku”
“tapi bang….”
“aku harap,..masa lalu tidak menghantui dirimu ya…. Selamat malam”
“malam bang”
KEVIN MENUTUP TELPON ITU
“devin,….tolong datang lah,…kalau kamu tidak datang maka rara akan terus menganggap bahwa kamu tidak menyukai pernikahan ini,…dia akan terus merasa kalau kamu masih mencintainya” tolonglah datang (doa kevin)