SETELAH BEBERAPA HARI DI OTOPSI DI RUMAH SAKIT, AKHIRNYA NINA DI KEBUMIKAN “nina, maafkan aku dan mas kevin karena selama ini telah menyakiti hati dan perasaanmu, kami tidak berniat sedikit pun melakukan itu, ini terjadi karena takdir, bukan karena apa-apa, kami juga berterima kasih kepadamu, karena kamu telah mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkan mas kevin, suami yang begitu aku cintai” rara menangis, sambil menabur bunga di atas pusara nina “nina maafkanaku, semoga kamu tenang di alam sana” kevin menabur bunga di pusara nina “sayang ayo kita pulang” kevin menarik bahu rara dan mengajaknya berjalan kea rah mobil “sayang kita harus ke kantor polisi ya?” “ia, hari ini persidangan sayuti, kita di minta untuk menjadi saksi dan korban” “ia mas, ayo” Sesampainya di pengadilan, rara

