Sesekali Verdi melirik dari kaca spion dihadapannya, dia memang merasa kesal karena ditampar oleh Reina tapi saat dia melihat wajah wanita itu yang terlihat tegang membuatnya menjadi khawatir. “Kamu kenapa? Baik-baik saja?” tanyanya. Reina mengeryitkan keningnya menatap bosnya itu sambil menahan napas. Dia merasa malu dan sangat bersalah atas apa yang dilakukannya. Dia sampai menahan napas dan Verdi melihat itu semuanya. Dia merasa kasihan melihat ekspresi wajah Reina yang sedih. “Saya minta maaf karena sudah membuatmu salah paham. Bernapaslah! Jangan ditahan begitu nanti dadamu makin sesak. Saya tidak mau kamu mati muda didalam mobil saya karena kehabisan napas. Nanti saya yang dituduh membunuhmu.” ucapnya seraya mengulum senyum. “Terima kasih. Bapak tidak marah kan sama saya?” Reina

