“Ehem…..” suara deheman Elora dan Bobby membuyarkan keduanya. Reina masih berada dalam pelukan Verdi pun tersadar lalu berkata. “Terima kasih.” berusaha menegakkan kembali tubuhnya. Tatapan Verdi tertuju pada sepatu pantofel yang dikenakan Reina terlihat kotor. Tanpa berkata sepatah katapun Verdi membalikkan badannya. “Tim kuasa hukum akan segera melayangkan tuntutan ke pihak PT. Ananda Widjaya. Sekarang kamu fokus saja memantau pembangunan proyek yang sudah tertunda terlalu lama! Ingat baik-baik, kalian disini bekerja bukan untuk main-main apalagi membully!” ucap Verdi melanjutkan percakapannya. Elora merasa tersindir dengan perkataan Verdi, dia langsung terdiam sedangkan Reina menarik napas dalam-dalam untuk menetralkan debar jantungnya yang berpacu cepat layaknya pacuan kuda. Pikiran

