Sementara itu didalam lift, hanya ada Verdi dan neneknya. Wajah wanita tua itu dipenuhi kemarahan, tak sekalipun dia melirik cucunya yang berdiri disampingnya. “Kenapa kamu membawa w************n itu ke perusahaan? Pecat dia atau nenek sendiri yang akan melakukannya! Kalau kamu tidak menurutiku akan kupastikan w************n itu akan menderita hidupnya!” Suara wanita tua itu terdengar tegas dan dingin. Aura kemarahan dan kebencian terpancar jelas diwajahnya. Sejak memasuki lift dia enggan untuk menatap cucunya itu. Dia benar-benar marah pada Verdi. Ekspresi wajah Verdi terlihat sendu menatap neneknya. “Reina bukan w************n seperti yang nenek pikir! Dia istriku! Suka atau tidak suka, dia adalah istriku! Lagipula dia sudah terikat kontrak dengan perusahaan. Aku tidak bisa memecatnya

