“Mending tidak waras daripada tidak punya akhlak! Percuma waras kalau nggak punya akhlak, mengacau rumah tangga orang lain! Merebut suami orang! Bangga pula dengan pencapaiannya! Kalau ada penghargaan khusus pelakor ya aku akan berikan pada seseorang yang menurutku adalah pelakor terhebat sepanjang sejarah manusia! Sudahlah tidak waras, tidak punya akhlak, tidak punya malu dan tidak punya otak! Paket komplit!” Reina bicara sambil tertawa. “Reina! Apa maksudmu bicara begitu?” teriak Elora yang merasa tersindir dengan perkataan adiknya. Dia tahu pasti yang dimaksud oleh Reina itu adalah dia. “Jangan bicara sembarangan ya kamu!” “Yang merasa pelakor ataupun pengkhianat pasti tersinggung! Kamu pelakor ya?” Reina menunjuk Elora dengan jari telunjuknya sambil tertawa terbahak-bahak. Melihat i

