Reina berhenti lalu menoleh menatap Varen yang masih menyuap nasi goreng. Lalu dia memberanikan diri bicara. “Ehem! Maaf ya tadi aku tidak sengaja mendengar pertengkaran kalian pas kebetulan aku lewat didepan kamar kalian. Pintunya tidak tertutup…...” Reina diam tak melanjutkan kalimatnya karena sejujurnya dia juga merasa tidak enak hati. Varen menatap Reina, tak paham maksud dari adik iparnya itu. Reina mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya lalu meletakkan didepan Varen sambil berkata, “Aku tidak punya uang lima juta. Tapi aku punya ini, cuma ada lima ratus ribu. Kamu pakai saja dulu uang ini, tidak usah diganti! Aku masih punya uang cukup untuk diriku sendiri.” Lalu Reina melangkah pergi meninggalkan Varen yang tercengang dengan sikap adik iparnya. Varen menoleh menatap punggu

