“Nenek!” pekik Varen terkejut. “Satu hal lagi! Jangan pernah berpikir untuk meminta bantuan dari sepupu atau bibimu. Kalau aku mengetahui mereka membantumu maka aku tidak akan segan mengusir mereka dari rumah tanpa sepeser uangpun! Aku akan membuat mereka hidup dijalanan!” ujar Samara penuh penekanan. Klik…… Varen menatap Tanta dengan kesal. “Kamu dengar sendiri kan Tanta? Nenek mengijinkan aku membawa ponselku! Huh!” Varen mengangkat ponselnya kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal. Dia menghentikan taksi untuk pulang kerumah mertuanya. Melihat argo taksi yang sudah mencapai batas uang yang dipegangnya, Varen pun terpaksa turun sebelum sampai dirumah mertuanya. “Seratus lima puluh ribu.” supir taksi memberitahu jumlah argo yang harus dibayarnya. Varen pun membe

