Samara menahan amarahnya karena ternyata Varen memilih melanjutkan wasiat kakeknya dibandingkan memenuhi keinginan neneknya. Ginto Saskara adalah kakek dari pihak ibunya yang memberinya wasiat. Varen mengikuti wasiat itu hanya untuk mendapatkan kembali rumah tua peninggalan orang tuanya itu, tak ada yang lain. Tapi gara-gara keinginannya itu, Samara malah membuatnya miskin. “Apa Nyonya mau masuk?” tanya supir didepan. Dia melirik dari kaca spion didepannya. “Fuuhh! Untuk apa aku masuk kesana! Biarkan saja anak itu menderita dengan pilihannya! Bodoh! Dia berani menentangku hanya untuk memenuhi wasiat kakeknya! Keluarga j*****m itu!” geramnya mengepalkan tangannya. “Antar aku pulang!” perintahnya. “Baik Nyonya!” Mobil yang membawa Samara pun berputar balik dan melaju meninggalkan tempat

