Varen sangat menyukai momen seperti ini, dia bisa duduk berlama-lama dengan neneknya meskipun tidak ada percakapan apapun. Meskipun waktunya hanya terbuang untuk diam namun Varen tidak menyesalinya. “Tamuku akan datang sebentar lagi.” ucap Samara seraya meletakkan cangkirnya yang sudah kosong. Bahkan air di teko pun sudah kandas . Varen melirik jam tangannya, tidak terasa waktu berlalu cepat dan sudah menunjukkan bahwa dia sudah satu jam lebih duduk bersama neneknya. Varen lalu bangkit dan memeluk neneknya dan berkata, “Varen berangkat ke kantor dulu ya nek.” Samara hanya menepuk punggung cucunya tanpa mengatakan sepatah katapun. Varen melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan rumah neneknya. “Varen, hati-hati dijalan jangan terlalu lelah bekerja.” ucap Samara menatap punggung cucu

