"Ajari aku memasak." "A-apa!" Sekretaris Kang seperti terhantam balok, dia sangat kaget, dia juga merasakan kembung, masuk angin, sakit kepala. "Akhirnya ... terimakasih Tuhan ..." Bibi Kim menangis karena sangat terharu. "Nona. Saya tidak salah dengar? Nona tak masuk kantor hanya untuk belajar memasak?" Sekretaris Kang masih tak percaya. "Kau tuli? Bibi Kim apa perkataanku kurang jelas?" "Jelas sekali Nona. Saya akan mengerahkan segala kemapuan untuk mengajari Nona. Serahkan semuanya kepada saya," Bibi Kim menepuk dadanya dengan bangga. Sementara Sekretaris Kang menggeleng sambil memukul kepalanya sendiri. "Akhir-akhir ini sepertinya semua tidak normal," gumam Sekretaris Kang. "Baiklah, pertemuan selesai. Kembali ke tempat masing-masing!" Joana bertepuk tangan. Bibi Kim segera berd

