Joana berjalan tertatih menuju ruang perawatan ayahnya. Dokter belum juga keluar. Joana memucat. Kekhawatiran dan kesakitan di hatinya berbaur membuatnya linglung. "Nona, anda baik-baik saja?" Sekretaris Kang dan Bibi Kim ikut cemas. Mereka berdoa agar sesuatu yang buruk tidak terjadi. Joana hampir saja tumbang. Namun, sebuah lengan menangkap Joana. Lengan yang sebelumnya asing, lalu perlahan menjadi akrab, dan tiba-tiba menjadi asing lagi. "Jo, jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja," suara yang begitu menyayat terdengar. Joana menatap pemilik suara itu, menatap mata bulat berkelopak ganda itu lekat. Tak bisa Joana percaya bahwa pemilik mata yang tampak lugu ini bisa menyakitinya begitu dalam. "Park Wooseok, kau b*jingan licik," Joana mendorong Wooseok sekuat tenaga. Namun, dia

