"Sekarang, aku punya satu hal yang kusukai. Apa hanya dengan menyukaimu masih belum cukup untukku hidup?" Joana masih menatap Wooseok lekat. Namun, tiba-tiba dia tersadar lalu menutup mulutnya, "A-Aku baru saja bicara apa? Aishh Joana, apa kau sudah tidak waras?" Joana mengutuk dirinya sendiri. Sementara itu Wooseok terbelalak. Dia salah tingkah, tak berani melihat Joana sama sekali. Wooseok melihat sekeliling, lalu pandangannya berakhir pada nampan dan gelas yang pecah di lantai. "I-Itu ... Bibi Kim! tolong, ada yang pecah disini!" teriak Wooseok, lalu berlari keluar kamar dan menutup pintu. Setelah menutup pintu, Wooseok membatu, lalu menyandarkan dirinya dengan lemah ke dinding, "W-Wanita itu ... apa yang baru saja dia bicarakan?" Wooseok menaruh tangan di dadanya, lalu menutup mata,

