Keesokan hari, arunika mengintip malu-malu dari balik gorden bergaya bohemian berwarna putih di samping ranjang Joana. Joana menggerakkan kelopak matanya, dia terbangun memegangi kepalanya yang serasa seperti kejatuhan beton, "Ahh, lapar," gumam Joana. Ketika dia kan menggerakkan tangan kanannya, Joana merasakan sesuatu. Dia menggelengkan kepala dan fokus menatap ke samping. Ternyata tangannya masih menggenggam erat tangan Wooseok. Joana mengedip-ngedipkan matanya mencoba melihat dengan jelas. "P-Panda? a-apa yang ..." Joana terbelalak, "Aaaa!" Joana berteriak. Wooseok yang tetidur seketika terlonjak, "A-ada apa? ada perampokan? kebakaran?" Wooseok panik. "Aaa!" Joana terus berteriak. Buk! sebuah bantal mendarat ke kepala Wooseok. Tak hanya bantal, selimut dan guling ikut ambil bagian,

