Biar langit menentukan

800 Kata

Wooseok sangat panik setelah tiba di rumah sakit pun, Wooseok bahkan tidak melepaskan genggamannya dari tangan Joana. Hingga Joana masuk ke ruang operasi dan dokter meminta Wooseok untuk tetap di luar. Wooseok mondar-mandir tak keruan. Sesekali dia berdiri di depan pintu dan mencoba mengintip ke dalam, walaupun dia tahu, dia tak kan bisa melihat apa-apa. "Wooseok, kau bisa duduk tidak? kepalaku pusing melihatmu seperti setrikaan dari tadi," Sekretaris Kang tak tahan lagi. Wooseok sangat meresahkan, dia tak berhenti bergerak, membuat Sekretaris Kang memijit kepalanya. "Operasinya akan sukses, kan?" tanya Wooseok harap-harap cemas. "Park Wooseok. Kenapa kau begitu panik? dokter sudah bilang itu hanya operasi kecil. Hanya potong usus yang busuk, lalu dijait, selesai. Tidak akan membahayak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN