Lupakan

1355 Kata

Joana duduk di depan meja rias. Menyapu lipstick berwarna coral di bibirnya. Sejenak Joana terdiam. Kata-kata Hanbi tadi siang berputar-putar di kepalanya. Joana menghela nafas, perlahan dia memasang anting di telinga kiri dan kanannya, lalu menatap dirinya di cermin tanpa berkedip. "Si Bodoh itu ... apa dia begitu menderita? hah, tidak mungkin. Jika benar, dia pasti tidak hidup hingga sekarang," ucap Joana lalu menyeringai. Perlahan ekspresi Joana berubah lagi. Wajahnya kini datar. Dadanya serasa bergemuruh, entah bagaimana tiba-tiba dia malah mengingat sentuhan hangat Wooseok di bibirnya tempo hari. Joana memejamkan matanya, dia mulai memaki dirinya sendiri. Setiap mengingat kejadian itu, Joana membenci dirinya sendiri. Membenci dirinya yang masih saja menginginkan Wooseok walau sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN