Jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Daren masih mencoba untuk fokus pada cafenya walaupun sebenarnya ia tak konsentrasi sama sekali. Semangat Daren lenyap saat mendapat pesan dari Rain. Sebenarnya ia ingin segera menyusul Rain, Namun jika ia pergi, Itu artinya ia tak profesional dalam bekerja. Karena di cafe teman-temannya sudah banyak menunggu untuk membantunya. Daren menghela nafas gusar. Ia meraih ponselnya dan kembali mencari kontak Rain. Ingin rasanya ia menghubungi kekasihnya itu, namun ia tak yakin jika setelah mendengar suara Rain, ia akan tetap bertahan di cafe. Jujur, ia merindukan Rain. Dan ia sangat ingin menemui gadisnya itu. Menciumi Rain dan memeluknya erat. namun di satu sisi, ia merasa jika ia melakukan itu, sama saja artinya ia merendahkam dirinya sendiri. Ia sud

