Naresya yang terbangun, mengerjap pelan. Dia melihat sekeliling dan ternyata dia sudah berada di kamar apartemen Naskala. Ceklek.... Naskala yang baru selesai mandi, melihat Naresya yang baru saja bangun. "Sayang, syukur lah kamu udah bangun." Naskala mendekat ke arah Naresya lalu memeluk Naresya erat. Naskala bernapas lega, mengingat sejak tadi Naresya tak kunjung bangun meskipun dia membawa Naresya pulang ke apartemen. Semua pekerjaannya terpaksa ditinggalkan karena keadaan Naresya. "Kal, aku nyusahin kamu ya?" tanya Naresya tiba tiba. Naskala melepaskan pelukannya pada Naresya. Dia memegang pipi Naresya sembari tersenyum lembut. "Nggak sayang, nggak ada yang nyusahin. Semua bisa aku handel. Dan juga soal model model itu aman. Mereka bisa kerja secara profesional." Ent

