"Iya sayang ini lagi di jalan, mau pulang." "Bang konsen dong nyetirnya, jangan telponan terus!" Raihan menyela pembicaraan Rama—Kakak kandung Raihan dengan seseorang di seberang telpon. "Biasa lah Yang, namanya juga jomblo sirik aja." Raihan hanya memutar matanya jengah. Tin tin tin "Bang awas di depan truk!!!" Rama langsung mengendalikan stir ke arah kiri, kemudian ke kanan. Rama menghindari mobil yang lewat lalu DUARRRR!!! Mobil itu menabrak pohon dengan kencang. **** Raihan terbangun dari tidurnya. Napasnya tersengal-sengal, seperti habis lari kiloan meter. Keringatnya mengucur deras. Aqila yang tengah pulaspun ikut terbangun. "Mas kenapa?" Tanya Aqila tampak khawatir. Raihan diam, tak menjawab apapun. Aqila langsung bangun dari ranjang kemudian keluar kamar menuju dapu

