Aqila berjalan mondar-mandir di kamarnya. Di tangannya ada sebuah kalender kecil. Ia terlihat gusar dan sedang mengingat-ingat sesuatu. Harusnya sekarang ia telah memasuki masa-masa menstruasi, tapi kenapa sekarang belum? "Kenapa sih Yang, mondar-mandir gitu?" Raihan yang baru saja keluar dari kamar mandi terlihat bingung dengan tingkah Aqila. "A-anu Mas.. Aku telat haid." "Kamu hamil kali Yang." Seketika mata Aqila membesar. "Hamil?" "Kenapa? kamu udah punya suami ini," Raihan terkekeh. Sementara di satu sisi, Rita langsung berlari ke kamarnya. Ia mendengar jelas percakapan antara Papanya dengan Qila barusan. Niat awalnya yang ingin memberi tahu Raihan bahwa besok akan ada pertemuan wali murid ia urungkan. Ia tidak mau kalau Aqila sampai hamil. Ia takut kalau perhatian Papanya

