Part 25

997 Kata

Raihan tengah berdiri di atas panggung, bersama dengan ketiga personel Band yang biasa ada di cafe di tempat Aqila bekerja. Ia membisikkan sesuatu kepada laki-laki berambut gondrong yang tengah memegang bass. Seketika laki-laki itu mengangguk bersamaan dengan kedua temannya. Raihan bisa melihat para pengunjung yang menatapnya dengan penasaran. Mungkin ada beberapa yang melihatnya dengan pandangan aneh. "Cek..cek..." Raihan bersuara di depan mikrofon alih-alih menghilangkan rasa geroginya. Padahal ia telah terlatih public speaking namun mengapa saat ini berbeda? "Selamat malam... Saya Raihan, izinkan saya mempersembahkan sebuah lagu untuk istri saya yang sedang ngidam." Seketika tepukan tangan para pengunjung memenuhi cafe itu. Para pengunjung wanita menatapnya dengan penuh kagum. Dan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN