Mata Aqila terbuka, meskipun udara di luar cukup dingin karena habis turun hujan, tapi rasa ngantuknya itu entah hilang kemana. Qila langsung bangkit dan terduduk di pinggir ranjang. Ada yang aneh pagi ini saat Qila bangun, dia tidak merasakan morning sickness yang biasa menimpanya. Perutnya itu tidak bergejolak sama sekali seperti biasanya. Ahya, kan ada penawarnya di luar. Aqila ingat, kalau sekarang Raihan tengah tidur di ruang tamunya. Semalam, Raihan memaksa untuk menginap di rumah ini karena alasan pulang terlalu larut malam. Padahal Aqila tahu, kalau itu bisa-bisaan Raihan saja. Tapi Aqila pun tidak berniat untuk menolak permintaan itu malah di dalam hatinya Aqila merasa senang. Meskipun dengan syarat mereka tidak tidur sekamar. Kaki Aqila turun dari ranjang, bersamaan dengan ra

