Hari ini acara Fitheeng baju Bayu dan Noumi, meskipun acaranya sederhana hanya ijab kabul di rumah tapi Bayu ingin hal yang spesial.
Mobil Noumi masih di bengkel akibat menabrak mobil kemarin. Ia sengaja naik taksi tidak mau di jemput Bayu. Lebay dan manja katanya.
Terlambat 10 menit Noumi datang,
" tumben telat Mi.." tanya Bayu yang menyambut kedatangan Noumi dari pintu butik
" ya, gue naik taksi."
" sebenarnya mobil loe kenapa sih Mi, di bawah bengkel bukannya itu mobil baru ya." Bayu penasaran karena dari semalam saat makan malam Noumi mencoba menutupi sesuatu.
" kepo amat sih." Noumi nyelonong masuk, mencari mbak mbak karyawan butik yang akan membawanya mencoba kebaya pengantin nantinya yang akan ia pakai.
" ada masalah lagi, sepertinya ada yang loe tutup tutupin dari gue deh Mi." Bayu yang ingin masuk se ruangan dengan Noumi langsung di tahan oleh tangan Noumi
" stop di sana, masih banyak kamar buat loe coba texudo loe." Noumi menutup pintu kamar ganti
Perfect itu kata yang pas untuk Noumi saat ini, kebaya rancangan desainer ternama di kota ini sungguh sangat cocok di tumbuh wanita yang akan menjadi nyonya Ahmad Rosyid itu.
Bayu yang sudah menunggu di sofa sampai melongo melihat calon istrinya yang begitu berbeda dengan balutan kebaya khas orang Kraton Jawa. Noumi memutar tubuhnya memperlihatkan penampilannya pada Bayu.
Senyum mengembang di wajah pria blasteran Jawa Turki itu, jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk pola tanda ok dan perfect.
Setelah sesi mencoba kebaya, Bayu mengajak Noumi makan siang sekalian. Di restoran yang tidak jauh dari Butik dan itu adalah restoran salah satu teman lama Bayu saat masih kuliah dulu di Belanda.
" loe pesan saja dulu, gue ke kamar mandi sayang." pamit Bayu yang di respon geli oleh Noumi saat mendapati panggilan sayang.
Mata Noumi tak sengaja menangkap sosok orang di masa lalunya lagi. Ia menutupi wajahnya dengan buku menu di meja.
Tubuh Noumi kembali bergetar, jantungnya akhir akhir ini sepertinya sendang tidak sehat. Ia menekan dadanya yang terasa sakit, entah itu karena takut atau belum siap bertemu orang di masa lalunya satu persatu.
" loe kenapa sayang." tanya Bayu yang sudah berdiri di depannya.
" mending kita cari tempat makan lain Bay, gue ogah makan makan disini." ucap Noumi lirih seperti orang berbisik hampir saja Bayu tidak mendengarnya.
Bayu menoleh ke kanan dan ke kiri, seperti mengerti bahwa calon istrinya itu sedang menghadiri sesuatu.
Dari meja kasir seorang wanita cantik melambaikan tangannya pada Bayu, Bayu pun balik menyapanya dengan senyuman.
Wanita itu melenggangkan kakinya mendekat pada Bayu, semakin gemetar tubuh Noumi saat ini. Wanita itu memincingkan sebelah alisnya.
" siapa Bay ?." tanya wanita itu
Jantung Noumi sudah tidak karuan saat ini mendengar suara wanita yang tidak asing di telinganya dulu.
" ini calon istri ku Del,." Bayu menurunkan buku menu yang menutupi wajah Noumi.
Dalam hati Noumi rasanya ingin menghentikan waktu sejenak agar di bisa kabur dari sana, dua bola mata sama warna itu saling bertatapan. Noumi hampir saja menjatuhkan tubuhnya karena tidak sanggup menatap kembali orang orang di masa lalunya.
Wanita itu menyodorkan tangannya pada Noumi, " hai.. aku Adela teman lama Bayu dulu waktu masih kuliah." wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sopan.
Apa kak Adel tidak mengenaliku. batin Noumi
Dengan ragu ragu Noumi menyambut tangan yang masih menggantung di udara itu. " Noumi, calon istrinya mas Bayu."
Beh rasanya seperti di hujani dengan es saat ini hati Bayu, saat Noumi memanggilnya dengan sebutan mas di depan teman lamanya.
apa benar Kak Adel tidak mengenali ku. batin Noumi lagi.
Adel duduk samping kanan Noumi, matanya menetap Noumi dengan lekat. " apa kita pernah kenal, atau pernah bertemu sebelumnya Noumi. Sepertinya kamu tidak asing bagi ku " Adel mengingat ingat seolah ia teringat seseorang pada diri Noumi.
Deg... Jantung Noumi tidak aman lagi, sebelumnya tenang hanya beberapa detik saja.
" jelaslah kamu pasti tau, dia Noumi Manohara yang punya Manohara Tbk, désainer pakaian dalam di negara kita." Dengan bangganya Bayu memperkenalkan calon istrinya, padahal Bayu tidak tau bahwa Adel adalah salah satu orang di masa lalunya Noumi.
" oh ya Bay, jadi perjaka tua kamu semakin pintar ya pilih calon istri." Goda Bayu di iringi tawa dari mereka hanya Noumi yang tertawa tiada arti.
" masih betah aja loe jadi janda, apa loe gak pengen nikah lagi Del." tanya Bayu
Janda.. apa kak Adel Janda lah kenapa bisa pisah sama Mas Bumi . batin Noumi.
Helaan nafas panjang terdengar dari Adel, seolah ia menahan sesuatu dari dalam dadanya. " entahlah, mungkin aku sudah tidak tertarik lagi dengan laki laki aku hanya ingin membesarkan Cahaya saja Bay, Bagiku tidak ada lagi pria seperti Mas Bumi." wajah sedih dari Adel membuat Noumi bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi pada sepupunya itu.
Adel mendongakkan kepalanya seperti menahan air mata yang hampir saja keluar. Bayu mengusap pundak Adel seolah memberikan kekuatan.
" Sudah Del, kalau loe masih saja belum iklas kasihan Bumi di sana. Dia akan ikut sedih lihat loe belum iklas begini dengan kepergiannya." ucap Bayu
Dalam hati Noumi ingin sekali meluapkan rasa sedihnya mendengar sepupu yang paling menyayanginya telah meninggal dunia.
Tidak mungkin Mas Bumi telah meninggal. Batin Noumi ingin menangis.
Sebisanya ia menahan gejolak dari dalam dirinya untuk tidak membuat curiga pada istri kakak sepupunya itu.
" sorry gue jadi Melo begini, kalian nikmati saja makan siangnya gue mau jemput Cahaya sekolah dulu udah jamnya pulang." Adel pamit meninggalkan mereka.
Dalam hati Noumi ingin sekali memeluk Adel, memberikan kekuatan. Dia juga merasa kehilangan Bumi saat ini.
Dulu, keluarga yang paling sayang dengannya hanya Bumi. Setiap dia ada masalah atau sedih saat mengingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal, Bumi lah yang selalu ada untuk membuat Arumi kembali tersenyum.
Air mata Noumi ternyata tidak bisa di ajak untuk berdusta saat ini. Setetes demi setetes air mata itu mengalir di pipinya. Bayu yang tidak mengerti malah panik ada apa dengan calon istrinya ini yang tidak ada sebab dan akibat tiba tiba menangis dalam diam. Bahkan baru pertama kali ini ia melihat Noumi mengeluarkan air matanya.
" kamu kenapa sayang." tanya Bayu cemas dan bingung
" antar gue ke kantor saja Bay." pinta Noumi yang langsung berdiri berjalan terlebih dulu meninggalkan Bayu yang masih menyimpan sejuta pertanyaan di otaknya.
Pesan makanan saja belum, Noumi sudah mengajak balik kantor. Akhirnya Bayu harus rela menahan laparnya saat ini tanpa tau sebabnya.
Selama perjalanan ke kantor Noumi, hanya keheningan saja. Bayu si Raja pecinta wanita sampai tidak punya kata kata walau hanya sekedar bertanya kenapa. Takut takut salah kata malah jadi bumerang buatnya saat Noumi marah.
Pandangan mata Noumi ke arah luar jendela dengan kosong. Hatinya tidak bisa untuk tidak peduli dengan meninggalnya Bumi.
Sampai depan pintu kantor Noumi, Bayu memberanikan diri menawarkan waktu untuk Noumi sedikit bercerita apa sebab ia menangis tiba tiba, tapi Noumi hanya diam saja meninggalkan Bayu dalam mobil.
Tubuh Noumi pun menghilang di balik Lift yang membawanya ke tempat lantai ruang kerjanya.
Negara ini sepertinya begitu sempit buatnya, kenapa di saat ia ingin melupakan dendam di masa lalunya malah orang orang di masa lalunya datang satu persatu. Kabar duka pun ia dapatkan, Bumi adalah sepupu yang paling menyayanginya kenapa pria sebaik Bumi harus pergi mengahadap sang pencipta terlebih dulu.
=======
Dekor di rumah Bayu sudah mencapai 80% dari sempurna. Besok jam 10 pagi akan ada acara ijab kabul antara Bayu dan Noumi.
Indah yang di buat bingung karena sedari tadi padi sampai sore ini nomor Noumi tidak bisa di hubungi. Bayu yang sengaja cuti selama seminggu ke depan juga mencari Noumi yang entah kemana perginya.
Mak Asih juga tidak tau kemana Noumi pergi, pagi buta mobil Noumi sudah tidak ada di garasi. Ponsel tidak aktif dan GPS mobil yang sudah ketahuan Noumi pun di ambil saat perbaikan mobil tempo hari.
Hal yang paling di takutkan Indah adalah pengantin wanitanya kabur. Bagaimana nantinya jika itu sampai terjadi.
Tidak hanya Indah dan Bayu yang bingung mencari keberadaan Noumi saat ini. Mario dan juga Manda juga mencari keberadaan Noumi.
Semua tempat yang bisanya Noumi kunjungi setau Manda sudah ia datangi tapi tidak ada hasil, Noumi tidak di temukan.
Semua anak buah Bayu dan Mario kerahkan untuk mencari Noumi. Sedangkan Indah yang selesai sholat Ashar tiba tiba jatuh pingsan memikirkan Noumi dan bagaimana kalau calon mantunya itu kabur. Setelah di periksa oleh dokter pribadi keluarga Ahmad Rosyid, akhirnya Indah tertidur karena pengaruh obat suntiknya.
Bayu mengepalkan tangannya dengan kuat, sampai kuku kuku di jarinya memucat. Ia bersumpah tidak akan melepaskan Noumi walaupun sampai ujung dunia akan ia cari kalau sampai ada apa apa dengan ibunya.
Sedangkan wanita yang sedari tadi mereka cari kini duduk di antara dua pusaran orang tuanya. Ya Noumi pergi ke kampung halamannya dulu di daerah Jawa tengah. Hatinya sudah tidak bisa ia tahan lagi untuk tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya.
Hampir 6 tahun Noumi tidak kesana, bukannya lupa hanya saja ia tidak ingin perubahannya di ketahui orang.
Bagai di landa bimbang yang begitu dasyat saat ini, dia memang masih setatus istri Tyo dalam hukum tapi tidak dalam agama tapi besok ia akan melangsungkan pernikahan dengan pria lain. Bagaimana tanggungjawab orang tuanya di alam sana.
" Ibu, Ayah semoga pilihan Arum kali ini tidak salah. Arum hanya ingin bahagia Yah, Bu." Noumi mengusap Batu nisan kedua orang tuanya secara bergantian
" Arum pamit Bu, Yah pasti orang orang saat ini bingung dan cemas mencari ku. Apa lagi Mak Asih yang tidak sama sekali aku pamiti tadi pagi. Mereka jelas akan menghakimi Mak Asih kalau Arum tidak kembali."
Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, Noumi meninggalkan makam dan hari juga sudah mulai gelap.