Mungkin ada sebagian yang bertanya-tanya dari mana Naya tahu perihal selembar foto yang menyimpan abadi kenangan Leo dan Sabit. Tak ada yang salah, jika semua itu tak bermulai dari kedai coklat yang dikunjungi Naya beberapa jam sebelum Leo memberinya cincin. Entah kebetulah atau tidak, tapi Sabit mengunjungi kedai yang sama seperti Naya. Mereka menyapa, saling menanyakan kabar satu sama lain lalu memakan es krim coklat sambil bercanda. Ketika Sabit ingin memesan satu puding coklat tetapi ia lupa membawa uang untuk dibayar pada kasir, Sabit meminta Naya mengambilkan uang di dompetnya. Ini permulaannya. Awalnya, Naya hanya berniat mengambilkan uang Sabit, tak lebih. Tapi, selembar foto usang terawat yang terselip didompet Sabit, mampu menyebabkan reaksi berlebih pada Naya. Naya bertanya,

