"Kak Leo! Naya beli ikan, boleh?" Leo melirik Naya yang sedang memasang ekpresi puppy andalannya. Leo hanya mengangguk lalu berkata, "Beli sesuka lu." "Yeay! Nanti minta Udin anter Naya ke pasar, deh." "Atur aja." Lalu gadis yang sudah kesenangan itu berlari keluar rumah untuk menemui Udin. Leo hanya bisa terkekeh karena melihat Naya tersenyum seperti itu sudah menjadi hiburan tersendiri baginya. "Yo! Iyo!" Itu suara Papi. "Iyo!!!" Leo menggeram. "Napa ah, berisik!" "Dipanggil kok gak nyaut!" Papi sudah berada dihadapan Leo sambil berkacak pinggang. "Apa lagi, Pap? Iyo udah gorengin telor buat Papi, nyuci dasi Papi, garukin punggung Papi, harus apa lagi? Apa lagi?! Jelaskan padaku?!!!" Leo merengek. Papi memasang wajah kaget. "Alay banget si kamu, Iyo." "Bodo, Max!" Papi langs

