Amora sedang bersiap untuk mulai tidur setelah tiba di apartemen mininya. Pikirannya sangat lelah melebihi lelah tubuhnya. Ranjangnya satu-satunya tempat yang mampu diajak berbagi oleh Amora baik dalam kelelahan maupun tangisan dan tawa, karena Amora tak memiliki siapapun lagi di dunia ini untuk berbagi, ibunya gila dan adiknya sudah terlalu dibebani dengan menjaga ibunya. "Alex, kemana kau pergi sekarang? Apakah kau sudah memutuskan untuk tak meminta kesempatan padaku lagi??? Apakah kini kau benar-benar meninggalkanku???" Tanya Amora dalam batinnya. "Maafkan aku Alex....semua pekerjaan ini haruslah aku lakukan, tak ada siapapun mampu memberikan pekerjaan layak dengan penghasilan besar pada seorang gadis lulusan SMA, dunia ini kejam Alex..." Tangis Amora dalam selimutnya. Drrttt...drr

