Amora masih terus menangis sejak Alex mengantarnya pulang 1jam yang lalu.
"Alex pasti akan menjauhi diriku, bodoh! Dasar bodoh!!!" Pikir Amora menyesal atas kejujurannya.
"Pasti Alex meninggalkan aku lagi, dia pasti sudah jijik tak ingin melihatku yang sampah kotor ini, maafkan aku Alex karena tak mampu menjaga diriku saat jauh darimu."sesal Amora ketakutan Alex meninggalkannya lagi.
Amora menangis sampai ketiduran karena lelah pikirannya.
Saat esok hari datang, Amora mencoba menunggu kabar dari Alex. Namun hingga sore tak ada chat atau SMS ataupun telepon dari Alex. Hatinya mulai gelisah, Amora mulai berpikir kalau Alex sudah jijik pada dirinya sekarang, Alex pasti sudah tak mau lagi bertemu dengannya.
Pikiran -pikiran negatif terus meneror kepala Amora.
Drrtt...drrttt....
Akhirnya ponselnya berbunyi, segera Amora meraih ponselnya dan melihat ternyata Luke yang meneleponnya.
"Halo Amora, kau dimana?!" Tanya Luke dengan panik.
"Aku di apartemenku, ada apa Luke? Jawab Amora.
"Kau baik-baik saja Kan?! Kau tidak kecelakaan bersama Alex kan?!" Tanya Luke dengan panik.
"Kecelakaan?! Tidak aku baik-baik saja?! Siapa yang kecelakaan?!Alex?!!!" Tanya Amora kini yang bergantian panik.
"Kau tak lihat berita di media?! Alex kecelakaan semalam dan kini tak sadarkan diri, lukanya sangat parah Amora!" Ucapan Luke seketika membuat lemas lutut Amora, hingga Amora kini terduduk di lantai, menangis lagi dan terdiam.
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja, kita akan mulai syuting Minggu depan sayang, jaga dirimu baik-baik." Ucap luke langsung memutuskan line telepon tanpa peduli jawaban dari Amora.
Amora segera menyalakan tv, mengganti-ganti channel untuk menemukan berita tentang Alex. Akhirnya dia menemukan berita itu, mendengarkan dengan seksama.
Alex akan dibawa ke rumah sakit di Singapura, dan pesawat pribadinya akan terbang 3jam lagi dari sekarang.
Amora segera bergegas bersiap untuk pergi ke rumah sakit tempat Alex dirawat sementara ini.
"Aku harus bertemu denganmu Alex, aku harus melihatmu sekarang, aku harus bertemu Alex." Ucap Amora berkali-kali sepanjang perjalanan ke rumah sakit.
"Suster, ruangan Alex putra Sandjaja dimana?!" Tanya Amora tergesa-gesa dilobby rumah sakit.
"Di ruang ICU nona." Jawab perawat itu dan Amora langsung berterima kasih dan mempercepat langkahnya menuju ICU.
"Tante oline, maaf saya Amora. bagaimana keadaan Alex, Tan?" Tanya Amora saat melihat mamanya Alex sedang berbicara dengan seorang dokter, lalu menyelesaikan pembicaraannya.
"Amora....apa kabarmu sayang?" Sahut mamanya Alex langsung memeluk Amora. Dan saat pelukan terlepas, tangan Tante oline memeluk pipi Amora dan menatapnya tersenyum.
"Amora baik Tan, bagaimana dengan Tante dan Alex?" Sahut Amora juga menanyakan kabar.
"Tante sedih saat ini, namun baiknya Alex sudah tersadar barusan."ucap mama Alex.
"Benarkah?! Syukurlah Tante...apa Amora boleh menemui Alex sebelum berangkat ke Singapura?" Tanya Amora dan dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh mamanya Alex.
Amora langsung masuk ke dalam ruangan setelah menggunakan setelan baju sterilisasi dari rumah sakit. Begitu banyak alat menempel di tubuh dan kepala Alex. Amora berjalan mendekat ke ranjang tempat Alex berbaring. melihat Alex tertidur amora berusaha memegang tangan Alex. Namun si empunya tangan sudah membuka matanya saat jari Amora baru menyentuh jari Alex, sehingga Amora membatalkan niatnya.
"Alex....maafkan aku...."ucap Amora menangis berdiri di samping Alex.
"To...long...tu...ng....gu. a..ku..." Ucap Alex lemah dan pelan, namun masih terdengar oleh Amora.
"Aku akan menunggumu Alex, kali ini aku akan menjaga diriku hanya untukmu, cepatlah kembali untuk menjemputku Alex." Sahut Amora lalu memeluk Alex.
"eh..uh..sa..kit.."keluh Alex menyadarkan Amora dan kembali berdiri.
"Maaf Alex." Ucap Amora tersenyum malu.