"Jadi apa yang bisa kulakukan?" Lexsi menatap seorang pria tampan dengan tudung hitam di kepalanya. Lelaki tersebut menyeringai. "Bawa Ellina padaku, dan kau akan dapatkan segalanya. Apa pun yang kau mau," "Apa pun?" ulang Lexsi. Lelaki itu mengangguk. "Apa pun." "Mobil, rumah mewah, popularitas?" tanya Lexsi tak yakin. Pria itu tersenyum. "Apa pun yang kau inginkan. Kau cukup membawa Ellina padaku." Lexsi mengangguk. "Akan kulakukan. Tapi, siapa namamu?" Pria itu menggeram. "Beraninya kau menanyakan namaku! Turuti saja perintahku dan akan kuberikan kemewahan itu untukmu." Lexsi berjengkit takut. "Ba-baiklah. Akan kulakukan. Tapi, bagaimana aku tahu bahwa dirimu bisa aku percaya?" Pria tersebut melemparkan sebuah kunci mobil. "Mobil mewah ini untukmu sebagai permulaan. Jika k

