34. darah ellina 2.

2519 Kata

"Dimana Ellina!!!" Untuk kesekian kalinya Alvian berteriak keras pada Lexsi yang hanya bisa menangis dan menggeleng. Alvian murka hingga dua sayap hitam kembali hadir di punggungnya. Lexsi terkejut saat melihat sayap di punggung Alvian. Terus mundur saat merasakan amarah alvian kian terasa meski jarak diantara mereka sedikit jauh. "Ka-kau bukan manusia," ucap Lexsi kelu. Alvian tertawa keras, menampakkan dua taringnya yang telah memanjang. "Ya, aku bukan manusia!" Lexsi terus mundur hingga tubuhnya menabrak sebuah pohon besar. Alvian tertawa dan kian mendekat. Mengulurkan tangannya hingga akar-akar tumbuhan mulai bergelayut dan menjerat kedua kaki Lexsi. Tak lama sebuah akar besar dari pohon yang Lexsi sandari melilit kedua tangan Lexsi dan mengangkat tubuh Lexsi. Lexsi han

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN