CHAPTER 1 : Hutan Terkutuk

1168 Kata
Hari ini seperti biasanya, gadis cantik yang bernama Clauva itu membereskan semua pekerjaan rumahnya seorang diri. Ia tak mendapat bantuan dari kakak maupun ibu tirinya. Namun itu tak masalah baginya, mendapat sepotong roti dan segelas air minum sudah cukup untuknya. "Clau! Ini, bersihkan semua bajuku, aku tidak ingin ada yang kotor sedikitpun! Cepat kerjakan!" Kakak tirinya, Erene melempar banyak tumpukan baju pada Clauva. Tanpa mengatakan apapun lagi, Erene langsung pergi dari hadapan Clauva. Clauva menghela napasnya pelan, ia kira akan beristirahat sejenak setelah ini. Namun kakaknya yang satu itu malah memberinya tugas lagi. "Clauva, aku mencarimu sedari tadi! Nanti bawakan makanan untukku, kutunggu di kamar!" Saudara kembar Erene, Arson sekali lagi memerintahkan Clauva. Sedangkan Clauva hanya menunduk diam tak berani menatap kakak tiri nya yang satu itu. "Kau dengar tidak?!" "I-iya." Jawab Clauva dengan tersenyum paksa. Ia sedikit terkejut dengan bentakan itu. "Bagus, aku tidak mau menunggu lama. Cepat lakukan!" Clauva hanya bisa menuruti kemauan kedua kakak tirinya tanpa adanya perlawanan. Mula-mula ia akan menyiapkan makanan untuk Arson terlebih dahulu dan terakhir mencuci semua pakaian Erene. Semua tugas yang ia lakukan kini telah usai. Saatnya ia untuk beristirahat sejenak dan memakan sepotong roti dan segelas air putih. Setiap harinya Clauva hanya diberi makan pagi dengan sepiring nasi dan air minum saja, dan sorenya sepotong roti dengan air minum juga. Clauva tak pernah mempermasalahkan hal itu, karena ia tau dan sadar diri bahwa ia hanya menumpang pada mereka. Namun ia bersyukur, karena kerap kali warga desa setempat memberikannya makanan karena tau kondisinya. Ibu tirinya pernah berkata ia hanyalah anak yang ditemukan di sebuah sungai dan diasuh oleh suami ibu tirinya. Namun sekarang beliau telah tiada sehingga membuat ibu dan kedua kakak tirinya semena-mena padanya. "Hei, gadis kumuh! Arson memanggilmu untuk datang kepadanya. Jangan menolak permintaannya. Cepat sana pergi!" Erene yang datang dari arah belakang langsung pergi lagi setelah memberi tau Clauva. Saat ini Clauva sangat gugup dan meremas kedua tangannya cemas. Ia takut kejadian seperti dulu terjadi lagi saat Arson memerintahkannya untuk datang ke kamarnya. Setelah beberapa saat berdebat dengan pikirannya, Clauva memutuskan untuk tetap pergi menemui Arson, walau dengan hati yang gundah, ia akan tetap melakukannya agar tak menimbulkan masalah lagi. Clauva mengetuk pintu di depannya dengan ragu. Setelah mendengar jawaban dari dalam, ia pun memasuki kamar kakaknya tersebut. "Ada apa, Kak?" Tanya Clauva dengan memberanikan diri. "Jangan memanggilku dengan sebutan itu! Kemarilah!" Arson menepuk paha kanannya mengisyaratkan Clauva untuk duduk di situ. Clauva yang melihatnya menggeleng pelan. "Sebenarnya ada apa kau memanggilku ke sini?" "Cih, kenapa kau menolak permintaanku?" Arson bangkit dari tempat duduknya dan mulai mendekati Clauva. "Dengar gadis bodoh, kau di sini hanyalah pelayan untuk kami. Jadi sepatutnya kau nenuruti perintahku! Terserah apa yang ingin kulakukan, kau tidak berhak untuk menolaknya!" Setelah mengatakan hal itu, Arson langsung menarik tangan Clauva untuk mendekat padanya. Clauva hanya bisa memberontak saat Arson ingin mencium bibir ranumnya. Arson mendorong tubuh mungil Clauva ke kasur hingga membuat tubuhnya terlentang. Lantas Arson menindih dan mulai melanjutkan aksinya. Clauva menangis dan memberontak sekuat tenaganya. Ia menendang perut Arson sekuat tenaga menggunakan kakinya hingga membuat sang empu yang kesakitan terjatuh ke lantai. "Dasar jalang!" Maki Arson marah. Tak sampai disitu, Clauva mengambil vas bunga yang berada di atas meja dan melemparkannya dan mengenai kepala Arson. "Arrgh! Sialan!" Clauva yang mengambil kesempatan pun pergi dari hadapan Arson dan melangkahkan kakinya keluar rumah. Entah apa yang ada di pikirannya hingga ia ingin kabur dari rumah. Clauva sudah tak tahan lagi diperlakukan seperti itu. Ia bukanlah seorang jalang yang seenaknya bisa disentuh. Wajar jika Clauva mendapat perlakuan seperti itu. Wajahnya yang cantik dengan tubuhnya yang indah mampu membuat setiap kaum adam tertarik padanya. Bisa dibilang, Clauva adalah kembang desa di desanya. Namun mempunyai wajah dan tubuh yang indah, tak selalu menguntungkan dirinya. Sudah sering kali banyak pria yang menggodanya, bahkan ada yang sampai melecehkan dan ingin memperkosanya. Hari ini, Clauva memutuskan untuk pergi dari rumah itu. Hari sudah mulai gelap, ia tak sadar cukup jauh ia berjalan hingga sudah meninggalkan desanya. Clauva hanya termenung tanpa arah dan tujuannya. Hatinya masih berdenyut sakit mengingat kejadian tadi. Itu bukanlah kejadian yang pertama kalinya, dulu Arson juga pernah mencoba melakukan hal yang sama. Tanpa Clauva sadari, ia sudah memasuki kawasan terlarang bagi rakyat kerajaan Malefeea. Ia sudah memasuki kawasan hutan terlarang yang bernama Curse Forest. Clauva mencoba untuk mencari jalan keluar dari hutan itu. Hutan tersebut sangat berbahaya. Menurut cerita dari warga desa, hutan ini didiami oleh makhluk-makhluk immortal. Siapapun yang telah memasuki hutan ini, maka ia tak akan bisa kembali dan akan terus terjebak dalam kegelapan hutan ini. Clauva tak mau hal serupa terjadi padanya. "Astaga, aku sudah masuk terlalu jauh.." Gumamnya khawatir. "Kau sudah masuk terlalu jauh, Sayang." "Kau tidak akan bisa keluar lagi." "Kemarilah... ikutlah dengan kami. Kami tidak akan menyakitimu..." Bisikan-bisikan mulai terdengar di telinga Clauva. Bisikan tersebut adalah hasutan dari para peri jahat yang dikutuk oleh seorang penyihir. Peri-peri itu akan menghasut manusia sampai membuat manusia itu putus asa dan menyerahkan jiwanya pada mereka. Clauva menggelengkan kepalanya mendengar semua itu. "Aku tidak boleh terpengaruh, aku tidak boleh terpengaruh.." Clauva menggumamkan kalimat itu dan terus berlari tanpa arah dan tujuan. Tiba-tiba saja, semua bisikan tersebut menghilang, dan itu membuat Clauva merasa lega. Namun hanya sesaat saat ia ingin mengistirahatkan kakinya, suara auman mulai terdengar jelas di telinganya. Clauva membelalakan matanya lebar saat melihat empat ekor serigala yang besarnya dua kali lipat dari serigala biasa. Tanpa berpikir panjang, Clauva langsung berlari saat serigala-serigala liar itu menggeram kepadanya. Oh Tuhan, selamatkan aku... Clauva terus berlari dan berlari, hingga kakinya tersandung oleh akar pohon yang menimbul dari tanah membuatnya terjatuh. Kini Clauva dikelilingi oleh empat serigala yang terlihat lapar dan ingin memangsangnya. Saat ini ia tak bisa berbuat apa-apa. Clauva tak mau berakhir di sini, namun ia tak bisa apa-apa untuk melawan empat serigala liar itu. Clauva memejamkan matanya erat saat salah satu serigala itu akan mendekati dan ingin menerkamnnya. Setelah beberapa saat, ia tak merasakan apapun. Mendadak suasana menjadi sunyi tanpa adanya suara geraman serigala-serigala liar tersebut. Perlahan Clauva membuka kedua kelopak matanya dan terkejut melihat pemandangan di hadapannya. "A-apa yang terjadi?" Clauva melihat semua serigala itu terkapar di tanah dengan keadaan tak bernyawa. Dari kejauhan tempatnya berada, ia dapat melihat seorang pria melangkah ke arahnya. "Apa kau baik-baik sa-" Seseorang itu menghentikan ucapannya dan secara tiba-tiba menarik pedang yang berada di pinggangnya, kini pedang tajam itu sudah tepat berada di samping leher Clauva. Clauva bergetar ketakutan, "A-apa yang k-kau lakukan?" "Siapa kau?" Seseorang itu menajamkan matanya dan meneliti Clauva. "Namaku Clauva. B-bisa kau jauhkan pedangmu itu dari leherku?" "Tidak perlu berdusta. Kau seorang Stealth Witch, kan?" "Apa maksudmu? Aku manusia biasa!" Clauva tak mengerti dengan ucapan pria di depannya ini. Stealth Witch? Yang benar saja! "Maaf, Nona. Mungkin kau akan tamat di sini." Pria itu merapalkan sebuah kalimat yang tak bisa Clauva mengerti, namun tiba-tiba kedua matanya menjadi berat dan mengantuk. Tak bisa menahan diri lagi, Clauva pun memejamkan matanya dan tertidur di hadapan pria asing itu. "Dia tidak bisa dibiarkan untuk hidup."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN