“Apa Om dokter akan berangkat hari ini?” Ghibran mengangguk tersenyum. Tangannya terangkat mengelus kepala Sarah yang menatapnya dengan wajah sedih. Sarah telah berhasil membuatnya menemukan cahaya yang selama ini tidak pernah dia temukan. Siapa yang menyangka jika dia akhirnya menemukannya lewat percakapan dengan anak kecil polos ini? “Kenapa Om menangis?” tanya Sarah bingung melihat mata Ghibran berkaca-kaca. Ghibran menggleng. “Apa Sarah akan merindukan om?” Sarah mengangguk antusias. “Sarah akan menjadi anak yang rajin dan pintar, agar Om Ghibran bangga pada Sarah.” Gumamnya riang menampilkan barisan giginya yang rapi. “Om Ghibran akan selalu bangga pada Sarah, begitupun dengan kak Rabiah.” Wajah Sarah mengeruh mendengar nama Rabiah disebutkan. “Kenapa?” tanya Ghibran bingung. S

