Wangi ini … betapa dia merindukannya. Bau kayu basah, pepohonan yang tersapu angin, dan bahkan rumput yang tumbuh liar di sisi kiri kanan jalan. Hampir lima tahun dia tidak pernah menginjakkan kaki di negeri kelahirannya ini. Betapa dia rindu, hingga membuat matanya berkaca-kaca, dan dadanya sesak. Rabiah bertasbih. Memuji kebesaran Rabb-nya. Akhirnya, setelah perjalanan belasan jam dia sampai disini. Indonesia, tanah kelahirannya. “Apa kau dari tempat jauh Nak?” Sapaan itu membuat Rabiah menoleh ke samping tempat duduknya. Bus yang ditumpanginya memiliki jumlah penumpang Sembilan orang. Tidak ada pesawat ke desanya. Hanya ada bus dengan jadwal tertentu. Mereka tidak melakukan perjalanan setiap saat, mengingat jarak yang ditempuh membutuhkan waktu satu malam lebih. “Iya Bu.” Sahutnya le

