Saat itu usianya enam tahun. Ketika dia masih memiliki keluarga yang sempurna. Ayah, ibu, dan saudara yang selalu menyayangi. Hidupnya sempurna saat itu. Dia bisa membuat siapapun iri dengan kebahagiaan keluarganya. Dia fikir, kebahagiaan sepeti itu akan bertahan lama. Nyatanya, hidupnya jungkir balik dalam sekejap. Dunianya runtuh saat ibunya pergi untuk selamanya. Meninggalkan dia dan saudaranya bersama ayah mereka yang terpuruk. Hidupnya sempurna berubah sejak saat itu. Tidak ada lagi canda tawa, tidak ada lagi nasehat, senyum lembut yang menenangkan juga pelukan hangat yang selalu menyambutnya kapanpun dia menangis karena terjatuh atau berkelahi dengan teman-temannya. Dunianya hancur pertama kali saat dia kehilangan ibu untuk selamanya. Saat itu dia hanya bisa menatap bingung pada oran

