Cinta Dalam Diam

1526 Kata

“Zayyan, apa kamu bisa mengisi pelajaran kosong di kelas Ar-Rahiim? Guru yang seharusnya mengisi kelas tiba-tiba sakit.” Zayyan yang sibuk menekuni buku ditangannya mendongak mendengar suara familiar yang menginterupsi kegiatan rutinnya. Dia menutup bukunya, menatap sang pelaku utama—kakaknya. “Berapa jam?” tanyanya memastikan. Bukan apa-apa, dalam dua jam kedepan dia sudah berjanji akan melakukan telekonferensi.” “Dua jam?” “Maaf kak, bukan Zayyan tidak mau, tapi dua jam kedepan Zayyan ada urusan.” “Penting?” Zayyan mengangguk. “Kalau satu jam, mungkin Zayyan luang, tapi jika dua jam…” “Okke, satu jam. Nanti sisanya biar kakak yang urus.” Zayyan meletakkan bukunya, bersiap menuju kelas yang disebutkan. “Bagaimana? Sudah kamu pertimbangkan usulan Abi dan Umi?” Jangan ini lagi, bat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN