Apa yang mas Zayyan lakukan disini? Itu adalah pertanyaan pertama yang bersarang di kepalanya saat ini. Sosok yang masih berdiri di hadapannya ini tidak banyak berubah, kecuali sedikit lebih kurus dengan dagu yang ditumbuhi rambut tipis. Mas Zayyan tampil dengan kemeja koko biru dipadukan celana bahan hitam. Sebuah buku terselip di tangan kirinya yang dihiasi jam tangan hitam. Penampilan yang mengingatkannya pada seseorang. “Aku tidak tahu kalau kamu sudah pulang.” Zayyan tersenyum, membuka pembicaraan. Rabiah menunduk. “’Alhamdulillah. Rabiah baru sampai beberapa hari yang lalu Mas. Mas Zayyan apa kabar?” “Alhamdulillah, baik. Bagaimana denganmu Biah?” Zayyan menatap Zain. “Apa aku perlu menanyakan kabarmu juga?” Zain tertawa. “Harusnya sih iya. Mengingat ini pertama kalinya kita be

