Masih di kota yang sama, Rex menyewa sebuah villa untuk istirahat. Disana dia tentu tidak sendirian, Litzi bersamanya. Santos, Matt, Sergio dan beberapa orang juga disana untuk mengawasi Erick juga Beth. Litzi mengedarkan pandangannya menatap sekeliling tempat yang begitu asing, sebuah kamar yang serba berwarna putih. Litzi terkejut ketika melihat tangan dan kakinya. Gadis itu berbaring dikasur dengan keadaan terikat borgol berantai. "Dimana aku? Dimana?" Litzi tampak ketakutan. Litzi mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Bayangan ketika Rex datang dan memaksa ikut pun terlintas di benaknya. Apa dia yang membawaku kesini? Bagaimana bisa? batin Litzi. Litzi langsung melirik pintu kamar saat mendengar seseorang menekan handle pintunya. Pintu itu terbuka dan seseorang mendo

