POV RAKA ADIPATI Rapat dewan direksi berlangsung tidak lama, semua setuju aku menjadi Presdir Utama sesuai dengan keinginan kakek. Jabatan itu terlalu berat untuk kuambill, aku menatap wajah kakek yang tengah tersenyum penuh harapan yang tinggi. Aku bingung menerimanya. Noval di sampingku menepuk pundakku dengan lembut. “Kamu pasti bisa!” Tidak ada suara dari Noval, namun aku bisa mengartikannya dengan membaca gerakan bibirnya. “Kakek, jika aku nanti gagal, aku harap Kakek tidak menyesal,” jawabku pada kakek setelah semua orang pergi meninggalkan ruang rapat. “Usiaku sudah tua. Tinggal menunggu ajal menjemput. Jadi, kakek sudah tidak punya harapan dan keinginan yang muluk-muluk lagi. Hanya sebuah keyakinan kalau kamu bisa bertanggung jawab sampai akhir.” Aku menarik napas dalam-dalam

