Interogasi Adi Baskara

1072 Kata

Waktu seperti melambat. Aku tidak bisa bergerak saking shocknya. Di ruangan duduk seorang pria tua bersetelan rapi. Rambutnya putih disisir rapi ke belakang, tatapannya tajam dan tenang sangat berwibawa, “Duduklah!” Pak Jefri memerintahkanku untuk duduk. “Baik Pak, terima kasih.” Aku berusaha tetap tenang dan sopan. Aku duduk berhadapan dengan mereka. Wajahku menunduk karena merasa di bawah tekanan. “Kita pernah bertemu, bukan?” ujar Adi Baskara tanpa basa-basi. Nada suaranya memang tidak tinggi, tapi ada wibawa yang membuatku refleks mengangguk tanpa suara. “Kalau begitu, biar Bapak dan Renata bisa bicara dengan santai. Saya akan keluar dulu!” ucap Jefri sopan dan melangkah pergi keluar ruangan. Menyisakan aku dan kakeknya Raka di ruangan. Setelah Jefri keluar, aku semakin takut me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN